Aku bukan makhluk yang mempesona yang bisa berjalan di tengah kerikil
tajam,yang bisa hidup di dalam ke getiran,dan bertahan di tengah badai
yang menyerang,tujuan dalam semesta tak tergiur oleh ambisi.
Siapakah
aku?apa aku hanya cibiran dari penguasa dan hanya sekedar dapat
rangkulan dari orang yang tidak mengerti,atau hanya sebuah aplause dari
orang-orang bodoh,mungkin teka-teki dalam mimpi hanya menjadi sebuah asa
karangan para pujangga yang di tulis lewat sejuta kesan,hanya rela
terbesit karna keterpaksaan.Jika malang yang tengah berjalan mungkin
lena terbangun jua di dalam sepi ,rintihan angin bukan sebuah
keterpantasan yang di nyanyi kan oleh setiap burung yang hanya paham
dengan kesenangan sendiri.
Aku bukan mereka yang tersenyum dengan
lantun cacian sang mentari yang duduk di atas kepala dari para sang
seniman awam,jika rayuan terus menyiksa siksa lah aku dengan cambukkan
ketakutan dari setiap bait kemurkaan bara api birahi pecundang.
Aku
tak berharap dosa kenikmatan dari penguasa jelata,tapi senyuman jelata
yang setiap titik darah pengorbanan yang kan membawa ku terus sampai
ujung kebahagian jelata yang sempurna.









0 komentar:
Posting Komentar