masihkah engkau ingat ketika kita menunggu pagi,
suasana yang sepi tapi pekat
disaksian oleh kabut dan embun di sekeliling kita
mereka dengan caranya sendiri menyambut pagi
atau tentang alunan ritme pengguga suasana romanti,
penggugah jantung sampai aliran darah,
betapa selarasnya mereka
ketik tubuh dengan caranya menyambut irama
dalam lukisan semua butuh campuran warna agar selaras
dan sepertinya kita belum ada ungu,
hanya ada abu-abu di palet
kita belum tau caranya menjadi pekat
setelah kita bertanya tentang makna hidup sebenarnya
masih banyak misteri yang tabirnya belum terbuka
semoga kita bisa seperti embun yang akrab dengan pagi
ataupun musik classic sebagai penenang jiwa
kita tak pernah menanam kan apa apa,
dan kita tak akan pernah kehilangan apa apa
maka tak perlu sabar,
jika tidak ada yang menunggu
lihatlah ke langit luas,
kita hanya sebgian kecil dari rahasianya
ada sesuatu yang indah dibalik awan
biar aku pinjamkan sayapku saat kau butuh









1 komentar:
Puisinya bikin "mikir".. :) nice one!
Great sketch by the way..
Posting Komentar