0 komentar

sajadah


ibu yang tengah berdoa padamu,
sendiri dalam gelap di waktu tahajud
mengadu tentang kesulitan hidup yang tak pernah usai,
bercerita tentang kesehariannya

bercengkrama denganmu bersama sunyi,
mengusapkan butir2 tasbih dengan perlahan
merasakan kedatanganmu dengan hidmat
merasakan setiap belaian angin yang dingin

ibu yang bersimpuh di atas sajadah
meneteskan air matanya diam - diam
mengangat tangan dan bersujud padanmu
pasrah kepada pencipta

entah betapa bait yang akan kuhabiskan
untuk bercerita tentang kebaikanu ibu, 
berbicara tentang harapan seorang ibu
kepada anak - anaknya yang ingin belajar seperti yang lain

ridho allah adalah ridhomu juga ibu,
maaf jika aku banyak dusta padamu
engkau adalah orangyang paling aku jaga
sampai pada waktunya

kuncinya tetap sabar dan ikhlas
cepat sembuh ibu,
sungguh musibah padamu adalah
penghapusan dosa tanpa istighfar
read more
0 komentar

JIWA ..!!

Pekatnya telah merasuk dalam kehidupanku ,…. 
Sangat menggores,… 
aku hanya aku,… 
dan hanya air mataku berceceran terurai menjauhi raga ini dengan ataupun tanpa kehampaan,… 
nyawa kita yang dulu pernah ada telah lepas melayang terlukiskan secarik kebimbangan,.. 
Elang melanglang menjauh memeluk malam-malam,…. 
Semerbak melati terhampar luas menusuk aroma rasa hati ,..

Ya,…. 
Tak ada sekuat berlian menebas jiwa,… 
memutilasi jejak-jejak putih dalam pelabuhanNya,.. 
Begitu di bawah, 
hina,,.. 
dan terbuang,.. 
menarik raga menjauhi harap yang tak terdapat di sebuah hal,.. 
Bibirku,.. 
tapi bukan milikKu,.. 
tanganKu tapi bukan milikKu,.. 
mataKu,.. 
tapi bukan milikku pula,… 
Aku datang tanpa membawa apapun,.. 
dan aku pergi bersamma nila-nila yang mengotori beribu carik putih,…

Bermeter-meter ,… 
aku terbunuh dengan caraKu sendiri,… 
aku mencari tempat berteduh ,… 
Dimana ??? Dimana??? Appakah ada yang mengetahuinnya?? Sebuah tempat yang menopangku saat badai begitu dasyat menarikku,… 
dan saat hujan menelanjangi kehangatan yang aku punya,… 
Siapa ,..?? siapa??? Yang akan rella menuntun darah ini,… 
berdecak seakkan ingin loncat dari singgasananya ,… 
dan MATI,..

#UNTUK JIWA YANG TELAH MENGENALKANKU KETEGUHAN
read more
1 komentar

ada caranya


masihkah engkau ingat ketika kita menunggu pagi, 
suasana yang sepi tapi pekat 
disaksian oleh kabut dan embun di sekeliling kita
mereka dengan caranya sendiri menyambut pagi
 

atau tentang alunan ritme pengguga suasana romanti,
penggugah jantung sampai aliran darah,
betapa selarasnya mereka
ketik tubuh dengan caranya menyambut irama

dalam lukisan semua butuh campuran warna agar selaras
dan sepertinya kita belum ada ungu,
 hanya ada abu-abu di palet
kita belum tau caranya menjadi pekat

setelah kita bertanya tentang makna hidup sebenarnya
masih banyak misteri yang tabirnya belum terbuka
semoga kita bisa seperti embun yang akrab dengan pagi
ataupun musik classic sebagai penenang jiwa

kita tak pernah menanam kan apa apa,
dan kita tak akan pernah kehilangan apa apa 
maka tak perlu sabar,
jika tidak ada yang menunggu

lihatlah ke langit luas, 
kita hanya sebgian kecil dari rahasianya
ada sesuatu yang indah dibalik awan
biar aku pinjamkan sayapku saat kau butuh






read more
0 komentar

My Adventure


Saat hujan semakin deras
kusuri jalan selangkah demi selangkah
Kuraba bajuku yang sudah kuyup
serasa dingin udara menusuk
sebentar kutoleh kebelakang
Terlihat jelas roda sejarah membentang
Angin kencang
Percikan hujan
Halilintar
Semuanya adalah terpaan kehidupan
Aku berharap reda khan tiba
Terang khan menjelma
Menjadikan hidup penuh makna
read more
0 komentar

PARADIGMA !!


Hari demi hari terus berjalan
Pergantian waktupun tidak dapat dielakan
Perubahan adalah sebuah realitas yang harus dihadapi
Sebagai konsekwensi logis atas akhir dari setiap langkah
Paradigma hidup merupakan acuan dalam melangkah
Sebagai barometer dalam menjalani hidup
Menuju sebuah wujud misteri
Cita-cita’

Perenungkan kembali tentang Paradigma hidup
Tentang cita-cita yang tergantung di angkasa
Katakanlah kamu bisa untuk meraihnya
Kamu bisa untuk menjalaninya
Gapailah semuanya

Sungguh beruntunglah orang yang slalu mensucikan diri
read more
Diberdayakan oleh Blogger.