Penaku kembali bergetar
Mengikuti besar arusnya kehidupan
Yang berisi tarian pengharapan
Dan nyanyian kerinduan
Tak dapatkah kamu melihat magma di perut
bumi cintaku meledak?
Menumpahkan
segala asa dan rasa
Menyegarkan
segala dahaga kerinduan
Menumbuhkan
segala bunga kesejukan pengharapan
Aku tak lagi peduli bagaimana cara nalarku
berpikir
Kesunyian telah
merobek lembar bahagiaku
Aku mencoba
mencari apa itu yang nalarku ketahui tentang kekurangan
Tapi bahagiaku menuntunku menemukan kesempurnaan yang tidak
terlihat
Bagiku keindahan kehidupan dapat terlihat
sekalipun malam enggan menunjukkannya
Karna bumi yang
ku diami, lautan yang ku arungi adalah sebuah bagian dari puisi
Lalu bagaimana aku memaknai sebuah puisi?
Memaknai sebuah puisi adalah bagaimana aku menjelaskan
tentangmu didalamnya
ada yg tiba - tiba menyeruak di halaman terakhir sajakku , senyum mu kah?










0 komentar:
Posting Komentar