Hari itu ……………………………..!
Ku duduk seorang dirimenatap jauh ,menembus kelamnya senja
mencari seberkas sinar yang dahulu padam
termakan rayuan sang pendusta alam
Ku buka dan kucari kian kemari.
Lembaran memori yang lari ketepian kali.
ku coba menarik kembali
Lembaran memori yang lari ketepian kali.
ku coba menarik kembali
kendati pun susah…………………………
ku tetap gigihnya tak mau kalah.
waktu itu…………………………..
jiwaku rapuh.
terpesona ucapan sang pujangga pengukir kata
semuanya lenyap entah kemana
hilang daya,hilang perkara
tak lagi nampak dipelupuk mata.
jiwaku rapuh.
terpesona ucapan sang pujangga pengukir kata
semuanya lenyap entah kemana
hilang daya,hilang perkara
tak lagi nampak dipelupuk mata.
itulah hebatnya sang penyair
mengukir kata merangkai basa
tiada menjadi ada.
mengukir kata merangkai basa
tiada menjadi ada.
adapun ada menjadi tiada.
hilangkan noda ,hilang cela.
lenyapnya termakan untaian kata pemadu rasa.
syairnya manis.
menutup pahitnya ampedu
ucapanya indah, menutup kerusakan jiwanya.
itulah dia ………………..
penakluk mahkota penghias tahta.
menutup pahitnya ampedu
ucapanya indah, menutup kerusakan jiwanya.
itulah dia ………………..
penakluk mahkota penghias tahta.









0 komentar:
Posting Komentar