Saat secarik kertas menemani kata Cinta
Saat goresan tinta bersemangat menyemainya
Saat cinta seolah terdampar di pinggiran
Hati
Saat manusia ini tersenyum menyambut
lesung pipinya
Bukan tiba-tiba si penulis jadi cinta
Proses gunung berapi meletus pun tidak
sekali jadi
Desa itu pun di bangun bukan semalam
Dan rasanya juga bukan rasa Apel
Sadar kasar bukan favorit
Merajut bunga indah guna Cinta
belajar berubah penulis berkata
Takut berkata itu Nyatanya
adanya cuma tanggapan dingin
Selayaknya anak yang tak tau arti Hidup
dan Mati
Mengenai kamu aku berujar
Berujar indah berharap Apel
Tapi masih diatas kertas
Kertas itu tak sanggup
Menahan es di hatimu
Dingin, dan lama kini hingga sekarang
Kertas Itu tak mampu
Bagai otak dimakan Zombie
Tak mampu menahan Penat
Hingga akhirnya Sobek
dipersembahkan untuk 2 insan remaja dimasa lalu
(gita&sahal)









0 komentar:
Posting Komentar