0 komentar

san9 idiot

Seperti seekor burung yang tercecer dari kelompoknya aku menepi di
pucuk angin dan bernyanyi sendiri sembari menggenggammu dalam mimpi.
Susah payah logika meyakinkanku bahwa ombak takkan pernah ingin


Lama aku berdiam dalam senyap,menjauh dari kata-kata, bermusuhan

dengan
logika. Terlalu lama mereka menyiksaku; memakiku; idiot! Padahal
kesalahanku cuma satu: jatuh cinta padamu!

Hai! Aku si idiot, jatuh cinta padanya. Dan aku bahagia.
Peduli apa!
read more
1 komentar

puisi untuk ayah

Aku tak mampu mengantar kepergianmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu

Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu

Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama

Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu

Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu

Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya

Ayah,
Aku merindukanmu
read more
0 komentar

21 oktoder

Pada puisi ijinkan aku ayah
Bercerita tentang gerimis yang
Mengiringi kepergianmu
Atau hujan yang membasahi pilar nisanmu
Pohon kamboja mulai meranggas
Meski bunga kecil berteduh di bawah daun-daun kering

Pada puisi aku datang ayah
Bukan hendak menggugat takdir kematianmu
Atau menghujat sangat pemilik maut
Kali ini ingin aku katakan
Kepergianmu adalah pelajaran tanpa kamus
Perenungan panjang untuk dipahami
Bahwa hidup adalah pembuktian

Tuk wujudkan syukur dan sabar
Ketika harus menjalani skenarioNya
Pada puisi aku akan kembali menemui ayah
Lewat goresan pena
Yang mengajariku tentang arti kematian

Bila esok telah kutemukan
Muara kasihNya tak bertepi
Akan kuceritakan kembali
Sepuluh malam kepergianmu
Dan sepuluh bunga yang masih berteduh
Di bawah pohon-pohon kamboja
read more
Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka…….

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
read more
Aku bukan siapa-siapa dalam puisiku entahlah... bisik itu menyekat tanyaku tuk singgahdiantara metafora yang berlalu lalang namun enggan tampakkan diri pada hamparan kertasapakah metaforaku pengecut??? apakah metaforaku terlalu malu???aku tak tahu...
Aku bukan siapa-siapa dalam puisiku entahlah... bisik itu berlayar dalam syair tuk rayakan itudalam gumam sumbang tak beresensi luruh terhanyut warnai dunia dengan lirihkuapakah gumamku terlalu angkuh??? apakah gumamku terlalu manja???aku tak tahu...
Aku bukan siapa-siapa dalam puisiku entahlah... bisik itu semakin menyerangkusiapa aku??? apa peranku dalam karyaku??? yang kutahu jiwa-jiwa lain menghiaisnyasebuah baitpun berbisik lagi,"kamu bukan siapa-siapa dalam puisimu," apakah aku akan percaya???apakah aku membenarkannya??? tentu saja tidak... "aku cukup berperan," balasku tajam
read more
Dalam keramaian lagu
Ku tuliskan kata-kata
Lewat ketikan keyboard komputer
Maupun ayunan pensil tertempel kertas
Berbait puisi
Kadang bermakna kadang tidak

Inilah isi hati yang tertuang
Isi yang penuh maupun hampa
Kekosongan menyeruak meminta
Agar volume yang ada terpenuhi

Beratus sampai bermilyar kata
Terjemahan dalam ruh terbesit
Dalam gembira atau liputan amarah
Dalam sukaku dan sedihku
Dalam mata dan kata orang
Dalam kejadian dan terjadinya
Tak’kan cukup lagi ruang dalam hatiku

Menikmati kebebasan berlimit
Karakter keluar dan ternilai
Meskipun terasa berbeda dengan kenyataan.
read more
apakah aku harus membuat
puisi tentang malam ?
ataukah aku akan membuat
puisi tentang sepi ?

tidak

karena meraka telah menjadikanku
sebuah puisi
read more

Mencari-Mu dalam semua epilogku

Kuhancurkan dan leburkan sepi dalam diamku Kutahu…. Kusepakati tak ada siksa dan sisa dalam jiwaku Jiwa kautawar membuat emas Rangkaian indah adalah perjuangan suci dan damai Aku membaca kisah perjuangan itu Pada-Mu cinta Aku luapkan segala emosi rindu Membaca setiap detak napas
read more
Diberdayakan oleh Blogger.