Seperti seekor burung yang tercecer dari kelompoknya aku menepi di
pucuk angin dan bernyanyi sendiri sembari menggenggammu dalam mimpi.
Susah payah logika meyakinkanku bahwa ombak takkan pernah ingin
Lama aku berdiam dalam senyap,menjauh dari kata-kata, bermusuhan
dengan
logika. Terlalu lama mereka menyiksaku; memakiku; idiot! Padahal
kesalahanku cuma satu: jatuh cinta padamu!
Hai! Aku si idiot, jatuh cinta padanya. Dan aku bahagia.
Peduli apa!
read more
pucuk angin dan bernyanyi sendiri sembari menggenggammu dalam mimpi.
Susah payah logika meyakinkanku bahwa ombak takkan pernah ingin
Lama aku berdiam dalam senyap,menjauh dari kata-kata, bermusuhan
dengan
logika. Terlalu lama mereka menyiksaku; memakiku; idiot! Padahal
kesalahanku cuma satu: jatuh cinta padamu!
Hai! Aku si idiot, jatuh cinta padanya. Dan aku bahagia.
Peduli apa!









