0 komentar

Making Love Out Of Nothing At All

I know just how to whisper
And I know just how to cry
I know just where to find the answers
And I know just how to lie
I know just how to fake it
And I know just how to scheme
I know just when to face the truth
And then I know just when to dream


And I know just where to touch you
And I know just what to prove
I know when to pull you closer
And I know when to let you loose
And I know the night is fading
And I know the time's gonna fly
And I'm never gonna tell you
Everything I gotta tell you
But I know I gotta give it a try


And I know the roads to riches
And I know the ways to fame
I know all the rules
And I know how to break 'em
And I always know the name of the game


But I don't know how to leave you
And I'll never let you fall
And I don't know how you do it
Making love out of nothing at all


Out of nothing at all, out of nothing at all
Out of nothing at all, out of nothing at all
Out of nothing at all,
Making love out of nothing at all


Everytime I see you all the rays of the sun
Are streaming through the waves in your hair
And every star in the sky is taking aim at your eyes
Like a spotlight


The beating of my heart is a drum and it's lost
And it's looking for a rhythm like you
You can take the darkness from the pit of the night
And turn into a beacon burning endlessly bright


I've gotta follow it 'cause everything I know
Well it's nothing till I give it to you


I can make the runner stumble
I can make the final block
I can make every tackle at the sound of the whistle
I can make all the stadiums rock
I can make tonight forever
Or I can make it disappear by the dawn
I can make every promise that has ever been made
I can make all your demons be gone


But I'm never gonna make it without you
Do you really want to see me crawl
And I'm never gonna make it like you do
Making love out of nothing at all


Out of nothing at all, out of nothing at all
Out of nothing at all, out of nothing at all
Out of nothing at all, out of nothing at all
Out of nothing at all
read more
0 komentar

Celoteh si Pena

Dalam puing-puing dedaunan.
Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna.
Jauh ku arungi arti dari sebuah perjumpaan , dalam butiran do’a.
Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya__sebuah perjumpaan.
Denyut nadi tak bisa berhenti.
Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu.
Dari sebuah titik menjelmalah menjadi garis yang berlalu-lalang.
Itulah seumpamanya.

Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,
Yap...lebih tepatnya sebuah keakraban.
Lajur kehidupan memang di takdirkan untuk berputar , begitu pula alur cerita ini__perjumpaan.
Sekian Lama tinggal di bukit suka.

Kini aku terjatuh , jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan.
Dari rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu__duka dan sakit.
Tertatih , tapi bukan seras pedih
Selayaknya mentari yang selalu menyinari , aku masih terus berfikir.
Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan ??
Suara hati mengerutkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan.

Malam berlalu.......
Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagiaku.
Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini,petir bagaikan dukaku.
Hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun , hujan bagaikan tangisanku.
Bagian dari suasana hatiku.

Hujan berhenti.....Tahukah kau bintang....?
Tersadar akan ini , tak perlu terluka dalam nestapa , bahagiaku dengan manja.
Aku merasa cukup dengan semua itu__perjumpaan dan keakraban.
Walau manakala kata “perpisahan” mengglegar di telingaku , aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan.

Namun,,,,Kini ku menyadari...
Di dunia ini.........
Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,
Begitu pula sebaliknya...
Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi.
Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal .
Semua yang berawal adalah akhir Dan semua yang berakhir adalah awal


Thank’s a lot!!
Karna dirimu aku tahu apa itu arti dari sebuah
Perjumpaan__keakraban__dan perpisahan
read more
0 komentar

Aku bisa memahami tapi tak mengerti

Aku....
Aku berdiri bersandar di tembok ini...
Memahami setiap isi bait yang ku temui...
Ternyata tak bisa ku mengerti..
Hanya bisa melihat dan membaca nya..

Aku....
Aku memang jalang dan tak berharga diri..
Yang selalu mengusik diri dengan api..
Menimba api dengan sayatan mimpi..
Aku tercoreng ke lembah ini...

Dan aku...
Aku terlihat menjadi inti diri...
Menjadi rapi di hari yang sunyi..
Dan aku menjadi sunyi di setiap hari..
Karena api ku padam di tiup sunyi..
read more
0 komentar

Goresan Tangan

Ku gerakkan tangan
Ku lentikkan jemari
Tuk membuat rangkaian kata
Menjadi kesatuan puisi yang indah

Penat harapku
Sebab, tak ada pergerakan dalam otakku
Ku coba tuk menggulirkan waktu demi waktu
Kata demi kata
Agar tercipta serangkai kata yang mempesona

Namun, hanya ini yang dapat ku goreskan
diatas lembaran kertas putih tiada bergaris
Tiada makna yang tersurat
Yang dapat diartikan dalam puisiku ini..
read more
0 komentar

Ibarat PENA

Mungkin aku sebuah pena yang kau beli.
Aku pena yang bruntung.
Yang kau ambil.
Yang berada dikumpulan tman-teman ku. Sudah lama
menunggu pembeli untk membawa kejenuhan dikmpulan itu.
Sentuhan jarimu begitu lembut. Gerakan tanganmu begitu halus.
Dimana aku selalu memberi coretan cerita hidupmu.
Saksi yg telah kau jalankan brsama aku.
Tapi kini aku terbuang hnya karna aku habis dan
kehilangan warna ku.kmampuanku.

Kini aku tergeletak dijalanan yg terinjak-injak
read more
0 komentar

Melacur pada Senja

Di tepi hatiku yang terkikis
Di antara luka yang selalu mengiris
Dan mata yang selalu mengalir tangis
Pada senja lah, aku mengemis…..

Senja, batas antara siang dan malam
Batas antara fana dan dusta
Di situlah aku berada
Di situlah aku merenung terbakar lara

Melacur senja selalu hidupku
Memaknainya sebagai sebuah perenungan
Amarah, dendam, dusta, dan air mata
Ku serahkan tenggelam di pelukan senja

Senja menjelang menodai langit cerah
Angin berhembus belati, menusuk tiap nadi
Getir jiwa haru menyelimuti tubuhku
Menjelang hilang, senjaku terbenam…..
read more
0 komentar

AYAH.. "berikan aku waktu "

Waktu berlalu menuju ujung,
yang tak tahu kapan bertemu batas
dirimu masih mampu menapaki hari,
meskipun tertatih dalam letih..

Ayah....
maafkan anakmu yang masih belum mampu,
membuatku menjadi manusia yang Ayah mau..
tapi aku akan terus mencari,
lewat hari hari guna mendapatkan
apa yang Ayah inginkan...

Ayah....
aku rindu saat engkau memarahiku,
memelukku serta menasihatiku
aku juga rindu akan manjaku,
belaian sayangmu saat aku merengek nakal
meminta jajan.....

Ayah....
maafkan anakmu yang belum bisa
membuatmu bahagia
di sisa usiamu yang menjelang senja...

Tuhan....
jagalah Ayahku agar jiwanya tenang,
dan berikan waktu agar dapat melihatku
menjadi apa yang dia mau...

Aku berjanji....
akan memenuhi apa yang Ayah ingini...
read more
Diberdayakan oleh Blogger.